BANDAR LAMPUNG – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Lampung mengambil langkah cepat dengan membangun kolaborasi multipihak untuk menekan potensi lonjakan kasus kanker di masa depan. Kerjasama strategis ini diperkenalkan secara resmi dalam pertemuan besar di Bandar Lampung bersama PT Sinergi Global Alkesindo dan RSUD Abdul Moeloek, Sabtu (14/2). Langkah ini merupakan respon atas proyeksi peningkatan signifikan kasus kanker pada tahun 2040 mendatang jika tidak dilakukan intervensi sejak sekarang.
Perwakilan YKI Lampung, dr. Zamzanariah, menyatakan bahwa tantangan kesehatan berskala besar ini terlalu berat jika hanya dibebankan pada pundak pemerintah. Ia menilai kontribusi sektor swasta melalui penyediaan infrastruktur medis berteknologi tinggi sangat krusial dalam memperluas jangkauan deteksi dini.
“Tidak semua dapat dibebankan kepada pemerintah. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujar dr. Zamzanariah saat menjelaskan visi kolaborasi tersebut.
Dalam kemitraan ini, PT Sinergi Global Alkesindo berperan menyediakan teknologi skrining berbasis AI yang mampu mendeteksi nodul sangat kecil secara presisi. Sementara itu, RSUD Abdul Moeloek bertindak sebagai benteng pertahanan medis yang didukung oleh dokter konsultan onkologi di berbagai bidang. Sinergi ini dirancang untuk menciptakan alur pelayanan yang cepat, mulai dari skrining massal hingga penanganan intensif di rumah sakit.
“Kanker tidak bisa dilawan satu atau dua lini saja. Pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi sosial, swasta, hingga masyarakat harus bahu-membahu,” tambah dr. Zamzanariah.
Melalui penguatan kolaborasi ini, YKI Lampung optimis bahwa Lampung akan menjadi provinsi yang lebih siap dan tangguh dalam menghadapi ancaman penyakit kanker, dengan sistem kesehatan yang lebih inklusif dan didukung oleh teknologi mutakhir. (Red/Adv)






